Guruku
Berjuta ilmu kau berikan padaku
Lelah, letih, tak goyahkan semangatmu
Laksana genderang tak aus akan zaman
Kaulah pelita dalam gelapku
Kau yang ajari ku membaca
Kau yang ajari ku menulis
Kau bagai cahaya yang membawaku dari kegelapan
Tuk temukan masa depan yang terang
Walau tak jarang ku memberontak
Kau tetap tegar dan sigap dengan tidakan pastimu
Tanpamu aku tak tau kan jadi apa
Mati akan rasa
Buta akan indahnya dunia
Kan terlunta tanpa ada ilmu sang penopang
Guruku
Kau pahlawanku
Kau orang tua keduaku
Kaupun sahabat sejatiku
Terima kasihku kan tetap tercurah untukmu
Jumat, 11 November 2011
Guruku Pahlawanku
Kau Tetap Sahabatku
Dalam hening ku termenung
Membuka memori akan dirimu
Walau pilu kian merasuk dalam jiwaku
Saat ku ingat masa indah bersamamu
Tiap bait adalah kenangan
Tiap detik adalah peristiwa
Tiap jalan adalah pilihan
Dan tiap suara adalah ungkapan
Dulu kita bersama
Aneka warna hiasi alur logaritma kehidupan
Satu dalam suka, berbagi dalam duka
Kaulah sahabatku
Penuntun saat ku buta arah
Payung saat hujan dan terik
Penegur saat ku terlena akan dunia
Dan pendengar setia saat ku gundah gulana
Sahabatku
Betapa kurindu canda tawamu
Rindu masa indah itu
Yang terbalut kenangan manis bersamamu
Yup! tapi itu dulu, kawan..
Kini semua telah mati suri
Perpisahan inilah yang terjadi kini
Tinggalkan aku sendiri dalam sepi
Sahabat
Mentari yang terangi hari kita kini berbeda
Jalan yang kita tujupun tak sama
Tapi ketahuilah,
Yang kuraih hari ini tercipta dari cintamu
Yang kupeluk hari ini tercipta dari semangatmu
Yang kurengkuh hari ini tercipta dari senyum hangatmu
Dan semangatku hari ini, berkobar karenamu, SAHABATku