Selasa, 19 April 2011

Coretanku...

"Selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah...
Maafkanlah segala yang pernah ku lakukan padamu..."

Yup! lirik lagu fenomenal ini cukup bersejarah dalam hidupku. Walau singkat tapi padat dan jelas (halah - _ -), tapi lirik ini mampu membuat hatiku hancur dan menyisakan luka mendalam bagiku pada waktu itu. Hebatnya lagi, aku tak pernah menduga kata itu bisa keluar dari bibir manis orang yang paling aku sayang dan cintai. Ya! Tepat tanggal 9 Maret 20** kalau nggak salah sih sekitar jam 21.15 (jiaaah...kok aku masih inget sih?? –“ ), sekilas aku melihat lirik lagu itu terpajang manis di status jejaring sosialnya.. Hmm.. L
Awalnya aku tak mengerti tentang apa yang dia maksud dengan memasang status seperti itu. Dan bodohnya aku! Aku tak tau kalau itu sebuah lagu. Kukira itu adalah ungkapan kata hati dia sendiri kala itu. Aku baru nyambung maksud dari statusnya itu setelah satu message mendarat di inbox.ku. Disitulah dia memaparkan apa yang dia inginkan dan jujur tak bisa ku mengerti apa maksud dari semua itu.

“Aku sudah memikirkannya. Kamu tidak salah apa-apa. Ini keputusanku. Mulai sekarang, kita ber-TEMAN saja ya..”

Laksana petir dalam dadaku. Kalimat yang hingga kini masih sering terngiang saat aku mulai mengkhawatirkan sesuatu. Kalimat itulah yang mampu mengakhiri cerita manisku dengan dia kala itu. Setelah ku mengerti maksudnya, ku mulai memahami dan aku mulai tersadar dari lamunanku. Ya! Dia ingin kita PUTUS. Pikiranku kalut kala itu, air mataku tak bisa terbendung dan tak tertahan lagi. Pikiranku selalu menerka terka apa alasan kiranya dia minta udahan denganku. Negative thinking-ku mulai mengendalikan pemikiranku. Semalaman penuh aku habiskan dengan menangis dan menangis. Sesekali aku habiskan dengan bermunajat kepadaNya. Aku tumpahkan segala keluh kesahku padaNya. Karena aku tak tau lagi harus bagaimana dan kepada siapa aku harus menumpahkan kekecawaanku. Aku benar-benar tidak percaya dan SANGAT KECEWA!!!
( jeeeeng...jeeeeng.....jengjeng........)
Hari pertamaku dengan status single ku hadapi dengan mata sembab dan kondisi badan yang kurang fit karena kurangnya jam waktu tidur. Sesekali ku melihat lagi isi dari inbox.ku itu. Aku masih belum percaya dia mampu melakukan semua itu disaat aku masih sangat menyayanginya. Ku baca inbox darinya, ku baca statusnya, ku baca lagi inbox lalu statusnya, dan begitulah berulang-ulang. Hingga suatu hipotesis muncul dalam otakku. Bahwa penyebab kita putus adalah “orang ketiga”. Terkaan itu semakin kuat saat aku mendengarkan pendapat sahabatku sendiri. Walau hati masih tak percaya dia akan melakukan hal seperti itu, tapi nggak tau kenapa hatiku sakiiit banget. :’( => lebay tingkat tinggi rek... sakaken.. :D
Hari demi hari, ku lalui tanpa sosoknya. Ku mencoba membuka hati dengan siapapun. Ku mencoba melupakan sosok manisnya dan menjadikannya masa laluku. J Hingga ku mulai bisa hidup normal tanpanya.
Hariku mulai cerah kembali saat sosok kawan lamaku datang mengisi hari-hariku. Dia yang mampu membuatku tersenyum dan bersemangat menatap dunia. Kita memang sudah dekat mulai dari SMP. Awalnya aku nyaman dengan dia. Tapi setelah beberapa bulan, dia mulai mengungkapkan perasaannya kepadaku. Jujur aku tak kaget lagi saat itu, karena aku telah menduga itu sebelumnya (bukannya Ge-Er lho ya! :P ). Hatiku kala itu memang nyaman bersamanya, tapi jawaban mantap maaf, tidak bisa! meluncur dengan lancarnya dari mulut manisku. Aku melakukan itu semua karena aku sadar. Perasaanku dengan dia bukan semata karena asli aku sayang dia. Melainkan kesamaan yang dia punya dengan mantanku itulah yang menjadikanku nyaman bergaul dengannya. Bodohnya aku! Aku malah marah dengan dia, dan memintanya untuk berhenti menghubungiku. Dunia kelamku kian hari mendatangiku kembali. Aku merasa sendiri, sendiri, dan sendiri.
Hingga secercah sinar cahaya mulai menampakkannya padaku,,
Sesosok manusia (hha...) yang tidak asing lagi bagiku, kembali masuk dalam kehidupanku. Bisakah kalian menduga siapakah dia??? Yup! Dia adalah dia, mantanku!. Dia kembali masuk dalam duniaku dan seakan mengulurkan tangan untuk membantuku bangkit. Dia datang ketika rasaku akan dirinya mulai pudar dan hambar. Aku tak mengerti apa maksud dari semua itu. Aku mulai takut dia menumbuhkan rasa yang masih ku coba untuk menghilangkannya. Karena aku bertekad untuk tak kembali lagi padanya. Aku terlalu kecewa padanya. Tapi hati kecilku tidak! Hati kecilku berkata bahwa sebenarnya aku masih sangat menyayanginya, masih sangat mencintainya, dan sangat berharap bisa kembali berada dalam dekapannya. Aku galau untuk beberapa hari. Dia mulai menghubungiku dan memberi perhatian lagi padaku. Anehnya aku, aku tak bisa menghindar. Aku malah merasa nyaman untuk meladeni-nya.
Perhatiannya padaku kian hari kian menusuk hatiku. Aku mulai bisa menerima keadaannya lagi. Hingga pada suatu hari, tepatnya tanggal 3 Oktober 20** dia kembali mengungkapkan perasaannya padaku. Yap! Dia minta balikan, kawan...
(Jeddaaaarr.....teeng...tuuueeng..teeng......duuk...duuk...pyaaaarrrrrr....... :D :D :D )
Rasa yang tak bisa ku kendalikan semakin berkecamuk dalam hatiku, antara senang, takut, ragu, bingung, dan segala rasa yang sebelumnya tak pernah ku rasakan. Tapi hanya kata : “ya wes, kita coba dulu ya..” yang bisa aku katakan dan pilihan untuk menerimanya lagi semakin kuat untuk ku pilih. Dan pada hari itu juga, kisah manisku kembali ku rajut bersamanya hingga sekarang. Duniaku kembali berwarna dan berarti akan kehadirannya bersamaku. Semakin kuat rasaku untuknya, dan ku mulai takut kehilangan untuk kedua kalinya. Betapa aku sangat membutuhkannya dalam kehidupanku. Dia-lah yang mampu membuat hatiku tenang dan mampu berfikir untuk kedepannya. I hope you are the first and the last in my heart, beiby..

5 komentar:

sismawan mengatakan...

Ship... ceritanya bagus...

Zhazz_Qya mengatakan...

awawaw... ^_^
Makasih banget udah ngeluangin waktu buat membacanya :)

sismawan mengatakan...

Hehehe ... sama''.... oh ya yuk tukar follow .... klo mo follow ya diblogQ http://infokanca.blogspot.com/

Zhazz_Qya mengatakan...

insyaallah ntar aku follow :)
hehe :D

sismawan mengatakan...

ya...ya... boleh... boleh... :)